Senin, 16 September 2019 | 10.05 WIB
KiniNEWS>Nasional>Politik>Inas Hanura: Visi misi Prabowo-Sandi diubah karena saya kritik

Inas Hanura: Visi misi Prabowo-Sandi diubah karena saya kritik

Reporter : Redaksi | Jumat, 11 Januari 2019 - 11:59 WIB

IMG-31121

Inas Nashrullah Zubir.

JAKARTA, kini.co.id – KETUA DPP Hanura Inas Nasrullah Zubir mengklaim perubahan visi-misi pasangan capres-cawapres Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno dilakukan karena kritiknya. Inas memang pernah mengkritik program aksi pasangan nomor urut 02 itu soal pengembangan energi.

“Pada tanggal 21 November 2018, saya mengkritisi program aksi nomor 30 Prabowo-Sandi, di mana bunyi program aksi nomor 30 tersebut adalah ‘memperluas konversi penggunaan BBM kepada gas dan energi terbarukan dalam pembangkit listrik PLN’. Saya anggap konyol karena berarti bahwa Prabowo-Sandi tidak mengenal situasi dan kondisi negerinya sendiri,” kata Inas kepada wartawan, Jumat (11/1/2019).

Menurut Inas, kritik itu membuat Prabowo-Sandiaga sadar sehingga kemudian mengubah visi-misinya.

“Tapi kemudian mereka menyadari bahwa kritikan saya tersebut adalah benar sehingga Prabowo-Sandi merevisi program aksi tersebut menjadi, ‘memperluas konversi BBM kepada gas dan listrik untuk kendaraan bermotor. Meningkatkan dan menambah porsi energi baru dan terbarukan dalam bauran listrik PLN’,” jelasnya.

Inas menyebut kritik seperti yang ia sampaikan merupakan arahan dari capres Jokowi. Dia menyebut Jokowi selalu mengingatkan harus menyampaikan kritik yang membangun.

“Inilah yang namanya kritik membangun yang selalu diingatkan oleh Pak Jokowi kepada seluruh juru bicara dan influencer TKN agar mengkritisi lawan dengan data dan fakta yang benar, dan bukan dengan hoax seperti yang sering dilakukan oleh tim capres 02 atau bahkan oleh Prabowo dan Sandi sendiri,” papar Inas.

Menurut Inas, tindakan Prabowo-Sandi mengubah visi-misinya sudah tepat. Sebab, kalau tidak diubah, sambung dia, Prabowo-Sandi bisa malu.

“Untung saja mereka mau mendengar kritikan dari Inas N Zubir, jika tidak, bisa jadi dalam debat capres mendatang, Prabowo dan Sandi bakalan dipermalukan di hadapan jutaan rakyat Indonesia. Oleh karena itu, saya tunggu deh ucapan terima kasihnya, terutama dari Prabowo ya,” ujar Inas.

Prabowo-Sandiaga sudah menyerahkan perubahan visi-misi ke KPU. Namun KPU menyatakan perbaikan dokumen visi-misi dan program kandidat Pilpres 2019 tak bisa dilakukan lagi alias ditolak.

“Prinsipnya begini, visi-misi, program pasangan capres dan cawapres itu kan merupakan bagian tidak terpisahkan dari proses pendaftaran. Karena posisi regulasinya begitu, maka sudah tidak dimungkinkan lagi ada perubahan visi-misi, program dari pasangan capres dan cawapres,” kata Komisioner KPU Wahyu, Kamis (10/1) malam.

Editor: Emerson

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Politik - Kamis, 31 Januari 2019 - 22:56 WIB

Yusril minta anggota FPI angkat kaki dari PBB

KETUA Umum Partai Bulan Bintang (PBB) Yusril Ihza Mahendra, meminta kepada seluruh anggota Front Pembela Islam (FPI) agar angkat kaki ...
Peristiwa - Kamis, 31 Januari 2019 - 21:54 WIB

Mantan Kapolri Jenderal Pol Awaloedin Djamin berpulang

MANTAN Kapolri Awaloeddin Djamin, meninggal dunia di Rumah Sakit Medistra, Jakarta, sore ini (Kamis, 31/1/2019) sekira pukul 14.55 WIB.Kapolri pada ...
Politik - Rabu, 30 Januari 2019 - 18:39 WIB

Prabowo sakit, TKN Jokowi merasa sedih

CALON Presiden Prabowo Subianto saat ini tengah sakit. Mendengar hal itu, Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma'ruf Amin merasa sedih ...
Hukum - Rabu, 30 Januari 2019 - 15:59 WIB

Akhirnya Vanessa Angel ditahan

KEPOLISIAN Daerah (Polda) Jatim akhirnya melakukan penahanan terhadap artis Vanessa Angel terkait kasus prostitusi online. Artis FTV bahkan terancam pidana ...
Hukum - Rabu, 30 Januari 2019 - 14:31 WIB

TKN apresiasi polisi periksa Rocky Gerung

IRMA Suryani, Juru Bicara Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma'ruf Amin, mengapresiasi polisi yang dikabarkan memeriksa aktivis dan pengamat politik ...
Hukum - Rabu, 30 Januari 2019 - 14:07 WIB

Tabloid Indonesia Barokah bukan produk jurnalistik

TABLOID Indonesia Barokah, yang menghebohkan sejumlah wilayah di Jawa, menurut Dewan Pers (DP), bukanlah produk jurnalistik. Sebab itu DP mempersilahkan ...