Kamis, 24 Januari 2019 | 18.58 WIB
KiniNEWS>Nasional>Hukum>Antasari: KPK sedang usut kasus besar

Antasari: KPK sedang usut kasus besar

Reporter : Redaksi | Jumat, 11 Januari 2019 - 14:05 WIB

IMG-31131

Antasari Azhar.

JAKARTA, kini.co.id – TEROR yang mendera pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bukan sesuatu yang baru terjadi kali ini saja.

Sebagaimana diungkapkan Ketua KPK periode 2007-2009, Antasari Azhar, seusai menghadiri peringatan HUT ke-46 PDIP di JI Expo Jakarta, kemarin, “Indikasinya adalah ketika KPK akan mengungkap kasus pasti ada itu (teror). Itu pengalaman saya,” kata Antasari, Jumat, 11/01/2019.

Oleh karena itu, Antasari menyarankan kepada pimpinan KPK untuk bertindak hati-hati karena teror selalu ada. Pimpinan KPK harus berkoordinasi dengan kepolisian, Densus 88, dan tim Siber Polri.

Sebelumnya, Agustus tahun lalu, Ketua KPK Agus Rahardjo mengatakan komisi antirasywah sedang mengusut kasus kakap dengan nilai kerugian jauh melampaui megakorupsi KTP-E.

Akan tetapi, ketika itu Agus enggan mengungkapkan secara rinci dugaan korupsi baru yang dimaksudkannya itu karena dirinya tidak ingin bermain politik.

Dalam penilaian Koordinator ICW, Adnan Topan Husodo, ancaman teror yang menyasar dua pemimpin KPK harus ditanggapi serius.

Menurut Adnan, penegak hukum harus bergerak serbacepat memburu pelaku teror bom kepada Ketua KPK Agus Rahardjo dan Wakil Ketua KPK Laode M Syarif pada Rabu (9/1) tersebut.

Hingga kemarin, polisi sudah memeriksa belasan saksi, termasuk pemilik rumah, terkait dengan bom molotov di kediaman Laode M Syarif. Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono mengatakan mereka diperiksa karena mendengar dan melihat aktivitas mencurigakan dua orang yang diduga pelaku.

“Kemudian untuk kasus di rumah Ketua KPK, kami sudah periksa enam saksi. Intinya saksi itu yang melihat ada barang berupa tas yang dicantolkan di pagar,” ujar Argo.

Presiden Joko Widodo meyakini bahwa pemberantasan korupsi tidak akan mengendur sekalipun pemimpin KPK menghadapi berbagai ancaman dan teror.

“Saya sudah perintahkan Kapolri untuk menindak dan menyelesaikan ini hingga tuntas. Ini menyangkut intimidasi terhadap penegak hukum kita sehingga tidak ada toleransi. Kita kejar dan cari pelakunya,” tandas Presiden.

Editor: Emerson

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Hukum - Kamis, 24 Januari 2019 - 12:15 WIB

Ahok bebas dari penjara

Basuki Tjahaja Purnama (BTP) alias Ahok kini resmi bebas. Tadi pagi, Kamis (24/1/2019) dia keluar dari Mako Brimob, disertai upacara ...
Hukum - Kamis, 24 Januari 2019 - 11:42 WIB

Kalapas Cipinang Sebut Ahok Sudah Resmi Bebas Tadi Pagi

Mantan Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok resmi bebas setelah menjalani masa hukuman 1 tahun 8 bulan 15 ...
Politik - Rabu, 23 Januari 2019 - 21:38 WIB

Gagal jadi caleg, OSO polisikan Ketua KPU

OESMAN Sapta Odang (OSO), Ketua Umum Partai Hanura, melaporkan ketua dan komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) ke Polda Metro Jaya. ...
Nasional - Rabu, 23 Januari 2019 - 17:43 WIB

Wow…Susi Pudjiastuti tercatat sebagai Pemikir Dunia

MENTERI Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti, dimasukkan dalam daftar "Top 100 Global Thinkers" 2019 versi majalah Foreign Policy. Susi pun ...
Politik - Rabu, 23 Januari 2019 - 09:52 WIB

Dari Kalangan Jurnalis, KPU Pastikan Moderator Debat capres Netral

Menjadi moderator debat Capres 2019 haruslah individu yang bebas dari kepentingan mendukung salahsatu calon.Untuk itu, Komisi Pemilihan Umum (KPU) perlu ...
Politik - Rabu, 23 Januari 2019 - 09:44 WIB

Penyesalan Adik Kandung Prabowo Pernah Biayai Kampanye Jokowi

Hashim Djojohadikusumo mengaku menyesal pernah ikut membiayai kampanye Jokowi.Adik kandung capres nomor urut 02 yakni Prabowo Subianto itu mengaku sempat ...