Sabtu, 23 Februari 2019 | 10.45 WIB
KiniNEWS>Nasional>Politik>Yusril masuk Tim Jokowi-Ma’ruf di debat Pilpres

Yusril masuk Tim Jokowi-Ma’ruf di debat Pilpres

Reporter : Redaksi | Selasa, 15 Januari 2019 - 22:55 WIB

IMG-31169

Yusril Ihza Mahendra.

JAKARTA, kini.co.id – WAKIL Direktur Bidang Saksi TKN pasangan Joko Widodo-Ma’ruf Amin, Lukman Edy menyebut Ketua Umum Partai Bulan Bintang (PBB) Yusril Izha Mahendra turut membantu pasangan Jokowi-Ma’ruf Amin dalam mempersiapkan debat kandidat pilpres 2019 yang akan digelar pada Kamis (17/1) lusa.

“Yang saya tahu Prof Yusril iya, karena memang tim kan,” kata Lukman saat dihubungi, Selasa (15/1).

Politikus PKB itu menyatakan bahwa Yusril sendiri tergabung dalam tim pakar yang bertugas untuk mempersiapkan berbagai masukan materi debat bagi pasangan Jokowi-Ma’ruf Amin.

Ia lantas membeberkan bahwa Yusril bersama anggota tim pakar lainnya memiliki dua tugas utama.

Pertama, Yusril akan memberikan masukan terkait materi debat kepada pasangan Jokowi-Ma’ruf. Kedua, Yusril juga akan memberikan masukan kepada Jubir dan juru kampanye nasional atau influencer.

“Yusril dia bagian dari tim kita, jadi tim pakar, dia datang, terus kita rapat tim debat,” kata Lukman.

Lukman sendiri enggan membeberkan siapa nama-nama tim pakar lain yang turut membantu pasangan Jokowi-Ma’ruf.

Ia melanjutkan bahwa Yusril sendiri telah mengikuti beberapa kali pertemuan dengan TKN untuk membahas soal debat kandidat capres- cawapres

“Nah kemarin pak Yusril sudah datang dalam rangka memberikan masukan kepada influencer dan jubir,” kata dia.

Terpisah, Wakil Ketua Umum TKN Johnny G Plate turut mengkonfirmasi bahwa Yusril turut menjadi salah satu tim pakar untuk mempersiapkan debat kandidat bagi pasangan Jokowi-Ma’ruf Amin.

Johnny menjelaskan bahwa pengalaman Yusril sebagai praktisi hukum sangat sinkron untuk memberikan masukan kepada Jokowi-Ma’ruf seputar topik debat yang akan digelar pada Kamis lusa.

“Kalau tim pakar kan masing-masing bidangnya, karena debat ini masalah hukum, Yusril kan pakar hukum dan HAM,” kata dia.

Diketahui, debat kandidat pertama yang digelar di Hotel Bidakara, Jakarta itu akan mengambil tema hukum, HAM, korupsi, dan terorisme.

Lebih lanjut, Johnny menyatakan bahwa Jokowi-Ma’ruf tentunya masih membutuhkan masukan dari berbagai pihak meski telah berpengalaman.

Hal itu pula yang dilakukan Yusril sebagai pakar hukum untuk memberikan masukan kepada Jokowi-Ma’ruf.

“Meski Pak Jokowi sudah berpengalaman, tapi kalau masukan dari berbagai pihak apalagi dari para pakar, apalagi pak Yusril lan lawyer-nya, kan gitu. Ini masalah HAM terorisme, ini masukan yang wajar saja gitu,” kata dia.

Editor: Emerson

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Politik - Kamis, 31 Januari 2019 - 22:56 WIB

Yusril minta anggota FPI angkat kaki dari PBB

KETUA Umum Partai Bulan Bintang (PBB) Yusril Ihza Mahendra, meminta kepada seluruh anggota Front Pembela Islam (FPI) agar angkat kaki ...
Peristiwa - Kamis, 31 Januari 2019 - 21:54 WIB

Mantan Kapolri Jenderal Pol Awaloedin Djamin berpulang

MANTAN Kapolri Awaloeddin Djamin, meninggal dunia di Rumah Sakit Medistra, Jakarta, sore ini (Kamis, 31/1/2019) sekira pukul 14.55 WIB.Kapolri pada ...
Politik - Rabu, 30 Januari 2019 - 18:39 WIB

Prabowo sakit, TKN Jokowi merasa sedih

CALON Presiden Prabowo Subianto saat ini tengah sakit. Mendengar hal itu, Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma'ruf Amin merasa sedih ...
Hukum - Rabu, 30 Januari 2019 - 15:59 WIB

Akhirnya Vanessa Angel ditahan

KEPOLISIAN Daerah (Polda) Jatim akhirnya melakukan penahanan terhadap artis Vanessa Angel terkait kasus prostitusi online. Artis FTV bahkan terancam pidana ...
Hukum - Rabu, 30 Januari 2019 - 14:31 WIB

TKN apresiasi polisi periksa Rocky Gerung

IRMA Suryani, Juru Bicara Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma'ruf Amin, mengapresiasi polisi yang dikabarkan memeriksa aktivis dan pengamat politik ...
Hukum - Rabu, 30 Januari 2019 - 14:07 WIB

Tabloid Indonesia Barokah bukan produk jurnalistik

TABLOID Indonesia Barokah, yang menghebohkan sejumlah wilayah di Jawa, menurut Dewan Pers (DP), bukanlah produk jurnalistik. Sebab itu DP mempersilahkan ...