Senin, 18 November 2019 | 00.09 WIB
KiniNEWS>Nasional>Hukum>TKN apresiasi polisi periksa Rocky Gerung

TKN apresiasi polisi periksa Rocky Gerung

Reporter : Redaksi | Rabu, 30 Januari 2019 - 14:31 WIB

IMG-31344

Rocky Gerung.

JAKARTA, kini.co.id – IRMA Suryani, Juru Bicara Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma’ruf Amin, mengapresiasi polisi yang dikabarkan memeriksa aktivis dan pengamat politik Rocky Gerung. Hari ini, Polda Metro Jaya memanggil Rocky, agar diperiksa pada Kamis (31/1) terkait pernyataannya yang menyebut ‘kitab suci adalah fiksi’.

“Bagus dong, mulutnya (Rocky Gerung) memang harus di-sekolahin (diberi pelajaran), karena dia sudah menghina semua agama termasuk Alquran, juga kitab suci agama Islam,” kata Irma Suryani saat dihubungi, Rabu (30/1).

Jika Rocky Gerung menganggap kitab suci adalah fiksi atau hayalan, kata Irma, tidak hanya menghina namun juga melecehkan agama-agama di Indonesia.

“Artinya yang bersangkutan tidak percaya pada semua kitab suci dari semua agama. Lha, terus agama yang bersangkutan apa ya? Apa mungkin yang bersangkutan tidak punya agama atau atheis?” tanya Irma.

Politisi asal Partai NasDem itu menampik tudingan kriminalisasi kepada orang-orang yang notabenenya merupakan pihak yang berseberangan dengan pemerintah. Menurutnya, justru ada sikap tak taat hukum yang dilakukan kubu BPN Prabowo.

Pada konteks itu, kata Irma, justru hal itu sama dengan kasus penganiayaan yang dilakukan penceramah Bahar bin Smith terhadap santrinya. Irma menilai jika perilaku politik ini terus dilakukan, maka menunjukkan kubu penantang sebagai calon rezim diktator.

“Kubu sebelah kan memang tidak taat hukum, hukum itu cuma berlaku bagi pihak lain, makanya ketika Habib Smith ‘menganiaya’ santrinya dan bukti-bukti serta fakta terang benderang pun tetap saja mereka bela. Nah yang begini kok bicara hukum tajam ke bawah tumpul ke atas,” ujarnya.

Sementara itu, Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon juga turut menyoroti pemanggilan polisi atas Rocky Gerung. Menurutnya, kriminalisasi yang dialami Rocky Gerung sebagai bentuk pengebirian demokrasi.

“Jelas pemeriksaan @rockygerung ini bentuk diskriminasi dan kriminalisasi demokrasi. Kelihatannya elektabilitas petahana sudah benar-benar mangkrak maka dicari jalan liar mengebiri demokrasi dan menakut-nakuti orang kritis berakal sehat,” kata Fadli lewat melalui akun twitternya, Rabu (30/1).

Pernyataan Rocky berawal saat dirinya menjadi narasumber di acara Indonesia Lawyer’s Club, TV One, 10 April 2018. Saat dimintai pendapatnya, Rocky menyebut kitab suci sebagai fiksi. Perbincangan seputar fiksi terjadi usai ramainya perdebatan Indonesia Bubar 2030 versi Prabowo Subianto, yang ternyata adalah isi dalam novel fiksi berjudul Ghost Fleet: Novel of the Next World War.

Dalam penjelasan selanjutnya, Rocky mengaku ingin meluruskan makna fiksi yang dinilai menjadi peyorasi akibat ulah politisi. Rocky pun meminta fiksi dibedakan dengan ‘fiktif’. Fiksi yang dimaksud Rocky bersifat imajinasi, dan bersifat positif menurutnya. Sementara yang memiliki makna negatif bagi Rocky adalah fiktif yang memiliki arti kebohongan dan kacau.

Akibat pernyataannya tersebut, Rocky dilaporkan ke polisi dengan dugaan menyebarkan informasi bermotif SARA untuk menimbulkan rasa kebencian. Dalam laporan itu Rocky dijerat ancaman pelanggaran Pasal 28 Ayat 2 Juncto Pasal 45A Ayat 2 Undang-Undang RI Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan atas UU RI Nomor 11 tahun 2008 tentang ITE.

Editor: Emerson

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Politik - Kamis, 31 Januari 2019 - 22:56 WIB

Yusril minta anggota FPI angkat kaki dari PBB

KETUA Umum Partai Bulan Bintang (PBB) Yusril Ihza Mahendra, meminta kepada seluruh anggota Front Pembela Islam (FPI) agar angkat kaki ...
Peristiwa - Kamis, 31 Januari 2019 - 21:54 WIB

Mantan Kapolri Jenderal Pol Awaloedin Djamin berpulang

MANTAN Kapolri Awaloeddin Djamin, meninggal dunia di Rumah Sakit Medistra, Jakarta, sore ini (Kamis, 31/1/2019) sekira pukul 14.55 WIB.Kapolri pada ...
Politik - Rabu, 30 Januari 2019 - 18:39 WIB

Prabowo sakit, TKN Jokowi merasa sedih

CALON Presiden Prabowo Subianto saat ini tengah sakit. Mendengar hal itu, Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma'ruf Amin merasa sedih ...
Hukum - Rabu, 30 Januari 2019 - 15:59 WIB

Akhirnya Vanessa Angel ditahan

KEPOLISIAN Daerah (Polda) Jatim akhirnya melakukan penahanan terhadap artis Vanessa Angel terkait kasus prostitusi online. Artis FTV bahkan terancam pidana ...
Hukum - Rabu, 30 Januari 2019 - 14:07 WIB

Tabloid Indonesia Barokah bukan produk jurnalistik

TABLOID Indonesia Barokah, yang menghebohkan sejumlah wilayah di Jawa, menurut Dewan Pers (DP), bukanlah produk jurnalistik. Sebab itu DP mempersilahkan ...
Hukum - Rabu, 30 Januari 2019 - 13:34 WIB

Polisi geledah dua kantor PSSI dalam kasus pengaturan skor

KEPOLISIAN yang tergabung dalam Satuan Tugas (Satgas) Antimafia Skor menggeledah kantor Persatuan Sepaikbola Seluruh Indonesia (PSSI), Rabu (30/1/2019). Penggeledahan itu ...