Rabu, 21 Augu 2019 | 04.24 WIB
KiniNEWS>Nasional>Hukum>Alasan Otto Hasibuan Mundur dari Tim Kuasa Hukum Novanto

Alasan Otto Hasibuan Mundur dari Tim Kuasa Hukum Novanto

Reporter : Restu Fadilah | Jumat, 8 Desember 2017 - 11:40 WIB

IMG-28623

Otto Hasibuan. (Ist)

Jakarta, kini.co.id – Otto Hasibuan resmi keluar dari tim pengacara Setya Novanto di kasus korupsi pengadaan e-KTP TA 2011-2012.

Hal tersebut disampaikannya di Gedung Merah Putih KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Jumat, (8/12/2017).

Hal tersebut disampaikannya di Gedung Merah Putih KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Jumat, (8/12/2017).

Kepada wartawan, pun kemudian Otto menjabarkan alasan mundurnya dari tim Kuasa Hukum Ketua Umum Partai Golkar tersebut.

“Jadi sudah hampir sebulan saya menjadi kuasa hukumnya Setya Novanto, dan sebagaimana teman-teman ketahui, saya menerima kuasa Novanto inikan saya memerlukan waktu yang cukup,” kata Otto.

“Sekarang setelah saya tangani kasus ini, dalam perjalanannya, diantara kami dengan Setya Novanto, saya melihat belum ada kesepakatan ya, tidak ada kesepakatan yang jelas tentang tata cara penanganan satu perkara,” sambungnya.

Menurut Otto, jika tidak ada kesepakatan yang pasti dan jelas tentang suatu perkara dan tata caranya, maka itu dapat menjadi kerugian bagi Novanto itu sendiri dan ia sebagai kuasa hukumnya. Karena itu akan menyulitkannya untuk melakukan satu pembelaan terhadap klien.

“Jadi berdasarkan hal tersebut, kemarin saya sudah bertemu setnov jam 3 sore di rutan, saya harus ketemu langsung karena saya harus jujur terhadap dia dan saya sampaikan di antara kita tata caranya belum, tidak ada yang pasti kesepakatan maka saya menyatakan tidak akan meneruskan untuk menjadi kuasa hukum untuk di pengadilan,” katanya menyampaikan apa yang telah disampaikannya kepada Novanto.

“Walaupun sebelumnya dia mengatakan berharap pak Otto tetap, tidak ada masalah dengan pak Otto di pengadilan. Oleh karena itu saya tetap memutuskan untuk mengundurkan diri,” imbuhnya.

Masih kata Otto, sebenarnya surat pengunduran diri telah dibuatkannya kemarin, namun ia sungkan untuk memberikannya secara langsung.

“Jadi kemarin yang penting secara lisan dulu. Dengan demikian surat resmi yang sudah saya tandatangani kemarin, hari ini akan saya serahkan kepada Setnov dan juga satu akan saya serahkan kepada KPK, khususnya penyidik. Saya tujukan kepada pak Ambarita Damanik, karena waktu saya mendampingi novanto, damanik yang memeriksa, supaya mereka mengetahui,” kata Otto.

Dengan demikian tutup Otto, terhitung Kamis, (7/12/2017) kemarin yang berlakunya Jumat, (8/12/2017), ia sudah tidak menjadi kuasa hukum Setnov lagi.

“Saya terima kasih terhadap kepercayaan yang pernah diberikan oleh Setnov kepada saya, dan selamat dia berjuang di dalam masalah hukumnya dan semoga dia berhasil,” tutup Otto.

Editor: Fatimah

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Politik - Kamis, 31 Januari 2019 - 22:56 WIB

Yusril minta anggota FPI angkat kaki dari PBB

KETUA Umum Partai Bulan Bintang (PBB) Yusril Ihza Mahendra, meminta kepada seluruh anggota Front Pembela Islam (FPI) agar angkat kaki ...
Peristiwa - Kamis, 31 Januari 2019 - 21:54 WIB

Mantan Kapolri Jenderal Pol Awaloedin Djamin berpulang

MANTAN Kapolri Awaloeddin Djamin, meninggal dunia di Rumah Sakit Medistra, Jakarta, sore ini (Kamis, 31/1/2019) sekira pukul 14.55 WIB.Kapolri pada ...
Politik - Rabu, 30 Januari 2019 - 18:39 WIB

Prabowo sakit, TKN Jokowi merasa sedih

CALON Presiden Prabowo Subianto saat ini tengah sakit. Mendengar hal itu, Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma'ruf Amin merasa sedih ...
Hukum - Rabu, 30 Januari 2019 - 15:59 WIB

Akhirnya Vanessa Angel ditahan

KEPOLISIAN Daerah (Polda) Jatim akhirnya melakukan penahanan terhadap artis Vanessa Angel terkait kasus prostitusi online. Artis FTV bahkan terancam pidana ...
Hukum - Rabu, 30 Januari 2019 - 14:31 WIB

TKN apresiasi polisi periksa Rocky Gerung

IRMA Suryani, Juru Bicara Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma'ruf Amin, mengapresiasi polisi yang dikabarkan memeriksa aktivis dan pengamat politik ...
Hukum - Rabu, 30 Januari 2019 - 14:07 WIB

Tabloid Indonesia Barokah bukan produk jurnalistik

TABLOID Indonesia Barokah, yang menghebohkan sejumlah wilayah di Jawa, menurut Dewan Pers (DP), bukanlah produk jurnalistik. Sebab itu DP mempersilahkan ...