Sabtu, 23 Februari 2019 | 10.49 WIB
KiniNEWS>Nasional>Hukum>Update Kasus E-KTP, Irvanto dan Made Oka Dituntut 12 Tahun Penjara

Update Kasus E-KTP, Irvanto dan Made Oka Dituntut 12 Tahun Penjara

Reporter : Restu Fadilah | Selasa, 6 November 2018 - 12:59 WIB

IMG-29785

dua terdakwa di kasus dugaan korupsi e-KTP, Irvanto Hendra Pambudi dan Made Oka Masagung kembali digelar di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Jakarta Pusat, Selasa, (6/11/2018). (KiniNews/Restu Fadillah)

Jakarta, kini.co.id – Sidang dua terdakwa di kasus dugaan korupsi e-KTP, Irvanto Hendra Pambudi dan Made Oka Masagung kembali digelar di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Jakarta Pusat, Selasa, (6/11/2018)

Berdasarkan keterangan sejumlah saksi dan barang bukti, JPU (Jaksa Penuntut Umum) akhirnya menuntut terdakwa dengan pidana penjara 12 tahun penjara.

“Kami menuntut supaya majelis hakim menyatakan terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana korupsi,” tutur Jaksa KPK.

Selain itu, keduanya juga diharuskan membayar denda sebanyak Rp 1 miliar. Dengan ketentuan jika tidak mampu membayar harus menjalani hukuman 6 bulan kurungan.

Keduanya diyakini Jaksa turut serta melakukan korupsi proyek e-KTP yang merugikan keuangan negara sebesar Rp 2,3 triliun.

Keduanya berperan menjadi perantara dalam pembagian fee proyek pengadaan barang atau jasa e-KTP ‎untuk sejumlah pihak.

Perbuatan keduanya diyakini melanggar Pasal 3 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tipikor Juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Dalam menjatuhkan tuntutan, ada hal-hal memberatkan dan meringankan yang dipertimbangkan oleh Jaksa.

Hal yang memberatkan karena perbuatan Irvanto dan Made Oka tidak mendukung program pemerintah dalam memberantas korupsi.

Perbuatan keduanya berdampak secara masif terhadap data kependudukan, menimbukkan kerugian negara yang cukup besar dan memberikan keterangan yang berbelit-belit saat di penyidikan dan di persidangan.

“Sedangkan hal yang meringankan, keduanya belum pernah dihukum, menyesali perbuatannya dan bersikap sopan selama di persidangan,” tuntas Jaksa.

Editor: Fatimah

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Politik - Kamis, 31 Januari 2019 - 22:56 WIB

Yusril minta anggota FPI angkat kaki dari PBB

KETUA Umum Partai Bulan Bintang (PBB) Yusril Ihza Mahendra, meminta kepada seluruh anggota Front Pembela Islam (FPI) agar angkat kaki ...
Peristiwa - Kamis, 31 Januari 2019 - 21:54 WIB

Mantan Kapolri Jenderal Pol Awaloedin Djamin berpulang

MANTAN Kapolri Awaloeddin Djamin, meninggal dunia di Rumah Sakit Medistra, Jakarta, sore ini (Kamis, 31/1/2019) sekira pukul 14.55 WIB.Kapolri pada ...
Politik - Rabu, 30 Januari 2019 - 18:39 WIB

Prabowo sakit, TKN Jokowi merasa sedih

CALON Presiden Prabowo Subianto saat ini tengah sakit. Mendengar hal itu, Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma'ruf Amin merasa sedih ...
Hukum - Rabu, 30 Januari 2019 - 15:59 WIB

Akhirnya Vanessa Angel ditahan

KEPOLISIAN Daerah (Polda) Jatim akhirnya melakukan penahanan terhadap artis Vanessa Angel terkait kasus prostitusi online. Artis FTV bahkan terancam pidana ...
Hukum - Rabu, 30 Januari 2019 - 14:31 WIB

TKN apresiasi polisi periksa Rocky Gerung

IRMA Suryani, Juru Bicara Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma'ruf Amin, mengapresiasi polisi yang dikabarkan memeriksa aktivis dan pengamat politik ...
Hukum - Rabu, 30 Januari 2019 - 14:07 WIB

Tabloid Indonesia Barokah bukan produk jurnalistik

TABLOID Indonesia Barokah, yang menghebohkan sejumlah wilayah di Jawa, menurut Dewan Pers (DP), bukanlah produk jurnalistik. Sebab itu DP mempersilahkan ...