Kamis, 27 Juni 2019 | 02.19 WIB
KiniNEWS>Nasional>>BPN menduga Ketua Relawan Prabowo tersangka hoaks 7 kontainer terlalu semangat

BPN menduga Ketua Relawan Prabowo tersangka hoaks 7 kontainer terlalu semangat

Rabu, 9 Januari 2019 - 11:40 WIB

IMG-31080

Sufmi Dasco Ahmad.

JAKARTA, kini.co.id – DIREKTUR Advokasi dan Hukum Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Sufmi Dasco Ahmad menduga Bagus Bawana Putra terlalu bersemangat bekerja sebagai relawan sehingga melakukan tindakan di luar batas.

Sebelumnya, kepolisian menangkap Ketua Umum Dewan Koalisi Relawan Nasional (Kornas) Prabowo Presiden Bagus Bawana Putra atas dugaan pembuatan hoaks tujuh kontainer berisi surat suara tercoblos jelang pilpres 2019.

“Bahwa tadinya mendukung lalu sekarang ada begini, mungkin karena terlalu semangat,” tutur Dasco melalui pesan singkat kepada pers, Selasa malam (8/1).

Meski begitu, Dasco memastikan Dewan Kornas Prabowo Presiden bukan kelompok relawan binaan dan tidak resmi terdaftar di BPN Prabowo-Sandi.

“Itu sudah kami cek tidak terdaftar,” ujar Dasco.

Dasco belum mau menyebut BPN dan khususnya Prabowo menjadi pihak yang dirugikan atas tindakan Bagus. Terutama ketika Bagus mengaku sebagai relawan Prabowo tetapi justru diduga terlibat dalam pembuatan hoaks dan ditangkap kepolisian.

“Ya nanti kita kaji dulu lah,” ucap Dasco.

Kepolisian menangkap Bagus di Bekasi pada Senin lalu (7/1). Dia diduga terlibat dalam pembuatan hoaks tujuh kontainer berisi surat suara yang telah tercoblos kolom pasangan calon nomor urut 01 Joko Widodo-Ma’ruf Amin.

Sementara itu polisi menyatakan akan terus memburu aktor intelektual hoax 7 kontainer surat suara tercoblos. Polisi dalam kasus ini sudah menetapkan 4 orang tersangka.

“Para pihak yang terlibat secara aktif dalam penyebaran berita hoax tersebut akan dikejar. Kami masih periksa siapa aktor intelektualnya. Kami masih selidiki siapa aktor intelektualnya,” ujar Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Divisi Humas Polri, Brigjen Dedi Prasetyo, dalam jumpa pers di Mabes Polri, Jl Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu (9/1/2018).

Keempat tersangka kasus hoax surat suara tercoblos yakni Bagus Bawana Putra (BBP) sebagai pembuat rekaman suara/voice note yang disebarkan ke WhatsApp grup dan media sosial, kemudian J, HY, dan LS sebagai penyebar hoax di media sosial.

“(BBP) Dia creator dan buzzer,” kata Dedi.

Menurut Dedi, belum ada keterkaitan antara pembuat hoax, BBP dengan tiga tersangka lainnya.

“Sementara belum diketemukan keterkaitannya dengan BBP. Mereka dapat konten itu dari medsos mereka dapat langsung memviralkan di medsos, FB dan WAG,” ujarnya.

Editor: Emerson

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Politik - Kamis, 31 Januari 2019 - 22:56 WIB

Yusril minta anggota FPI angkat kaki dari PBB

KETUA Umum Partai Bulan Bintang (PBB) Yusril Ihza Mahendra, meminta kepada seluruh anggota Front Pembela Islam (FPI) agar angkat kaki ...
Peristiwa - Kamis, 31 Januari 2019 - 21:54 WIB

Mantan Kapolri Jenderal Pol Awaloedin Djamin berpulang

MANTAN Kapolri Awaloeddin Djamin, meninggal dunia di Rumah Sakit Medistra, Jakarta, sore ini (Kamis, 31/1/2019) sekira pukul 14.55 WIB.Kapolri pada ...
Politik - Rabu, 30 Januari 2019 - 18:39 WIB

Prabowo sakit, TKN Jokowi merasa sedih

CALON Presiden Prabowo Subianto saat ini tengah sakit. Mendengar hal itu, Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma'ruf Amin merasa sedih ...
Hukum - Rabu, 30 Januari 2019 - 15:59 WIB

Akhirnya Vanessa Angel ditahan

KEPOLISIAN Daerah (Polda) Jatim akhirnya melakukan penahanan terhadap artis Vanessa Angel terkait kasus prostitusi online. Artis FTV bahkan terancam pidana ...
Hukum - Rabu, 30 Januari 2019 - 14:31 WIB

TKN apresiasi polisi periksa Rocky Gerung

IRMA Suryani, Juru Bicara Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma'ruf Amin, mengapresiasi polisi yang dikabarkan memeriksa aktivis dan pengamat politik ...
Hukum - Rabu, 30 Januari 2019 - 14:07 WIB

Tabloid Indonesia Barokah bukan produk jurnalistik

TABLOID Indonesia Barokah, yang menghebohkan sejumlah wilayah di Jawa, menurut Dewan Pers (DP), bukanlah produk jurnalistik. Sebab itu DP mempersilahkan ...