Kamis, 27 Juni 2019 | 02.17 WIB
KiniNEWS>Nasional>Politik>Revisi visi-misi ditolak KPU, Tim Prabowo menyebut untuk rakyat

Revisi visi-misi ditolak KPU, Tim Prabowo menyebut untuk rakyat

Jumat, 11 Januari 2019 - 11:51 WIB

IMG-31118

Pasangan Prabowo-Sandiaga.

JAKARTA, kini.co.id – KPU menolak revisi visi-misi Prabowo Subianto-Sandiaga Uno meski sempat mempublikasikannya lewat situs mereka. Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga tak mempermasalahkan penolakan KPU itu.

“Tidak diterima KPU nggak apa-apa, karena kita buat visi-misi bukan buat KPU, tapi buat rakyat,” kata Jubir BPN Andre Rosiade kepada wartawan, Jumat (11/1/2019).

Andre menjelaskan alasan perubahan itu adalah aspirasi dari warga yang ditemui oleh Prabowo dan Sandiaga beserta timnya dalam beberapa bulan ini. Menurut Andre, bahasa di visi-misi Prabowo-Sandi disederhanakan agar lebih mudah dimengerti publik.

“Diubah agar bahasanya lebih dipahami rakyat, memperkuat referensi visi-misi berlandaskan Pancasila dan UUD ’45, perlu ada penegasan bahwa Prabowo-Sandiaga ingin kembalikan pembangunan ekonomi berlandaskan konstitusi Pasal 33 UUD 1945,” papar Andre. Baca juga: Prabowo-Sandi Ubah Visi-Misi, Ini Dokumen ‘Indonesia Menang’ Selengkapnya

Dokumen revisi visi-misi itu disetor ke KPU oleh BPN pada 9 Januari 2019. Tautan dokumen itu sempat muncul di situs KPU hingga kemarin sore (10/1), tapi kini sudah tak muncul lagi.

Sementara itu, pasangan capres-cawapres Prabowo Subianto-Sandiaga Uno mengubah berkas visi-misi mereka. KPU menyatakan pengubahan berkas visi-misi tak lagi memungkinkan. Kini tautan dokumen itu sempat dipublikasikan di situs KPU, tapi kini tak lagi ada.

“Jadi memang betul ada surat dari Badan Pemenangan Nasional kepada KPU terkait dengan perubahan visi-misi dan program. Tentu saja setiap surat yang masuk, harus kami terima suratnya. Nanti karena itu surat resmi, tentu saja KPU akan menjawab secara resmi kepada Badan Pemenangan Nasional, tim kampanye 02,” kata Komisioner KPU Wahyu Setiawan.

Ketika diunduh berkas itu melalui situs resmi KPU kemarin sore, sempat ada dua berkas visi-misi Prabowo-Sandiaga yang tautannya dipasang, yakni berkas awal dan berkas perubahannya.

Kini hanya terdapat 4 dokumen yang tautannya dipasang. Keempat dokumen itu adalah daftar pengurus BPN, tim kampanye, akun media sosial, dan visi-misi mereka yang disetor pada saat pendaftaran.

Namun kini tautan dokumen tersebut tak lagi dipasang. Meski demikian, Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi telah membenarkan soal revisi visi-misi itu.

“Pertama, ada editing dalam tata bahasa supaya mudah dipahami masyarakat. Kedua, ada tambahan-tambahan di aksi dan program supaya lebih detail, supaya masyarakat bisa mendapatkan pesan yang lebih konkret,” kata Koordinator Juru Bicara BPN Prabowo-Sandi, Dahnil Anzar Simanjuntak.

“Ketiga, ya desain supaya lebih eye catching, supaya ada nilai estetikanya. Jadi kita dorong estetika dan konten,” lanjut Dahnil.

Editor: Emerson

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Politik - Kamis, 31 Januari 2019 - 22:56 WIB

Yusril minta anggota FPI angkat kaki dari PBB

KETUA Umum Partai Bulan Bintang (PBB) Yusril Ihza Mahendra, meminta kepada seluruh anggota Front Pembela Islam (FPI) agar angkat kaki ...
Peristiwa - Kamis, 31 Januari 2019 - 21:54 WIB

Mantan Kapolri Jenderal Pol Awaloedin Djamin berpulang

MANTAN Kapolri Awaloeddin Djamin, meninggal dunia di Rumah Sakit Medistra, Jakarta, sore ini (Kamis, 31/1/2019) sekira pukul 14.55 WIB.Kapolri pada ...
Politik - Rabu, 30 Januari 2019 - 18:39 WIB

Prabowo sakit, TKN Jokowi merasa sedih

CALON Presiden Prabowo Subianto saat ini tengah sakit. Mendengar hal itu, Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma'ruf Amin merasa sedih ...
Hukum - Rabu, 30 Januari 2019 - 15:59 WIB

Akhirnya Vanessa Angel ditahan

KEPOLISIAN Daerah (Polda) Jatim akhirnya melakukan penahanan terhadap artis Vanessa Angel terkait kasus prostitusi online. Artis FTV bahkan terancam pidana ...
Hukum - Rabu, 30 Januari 2019 - 14:31 WIB

TKN apresiasi polisi periksa Rocky Gerung

IRMA Suryani, Juru Bicara Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma'ruf Amin, mengapresiasi polisi yang dikabarkan memeriksa aktivis dan pengamat politik ...
Hukum - Rabu, 30 Januari 2019 - 14:07 WIB

Tabloid Indonesia Barokah bukan produk jurnalistik

TABLOID Indonesia Barokah, yang menghebohkan sejumlah wilayah di Jawa, menurut Dewan Pers (DP), bukanlah produk jurnalistik. Sebab itu DP mempersilahkan ...