Jumat, 19 Juli 2019 | 05.30 WIB
KiniNEWS>Nasional>Hukum>Antasari: KPK sedang usut kasus besar

Antasari: KPK sedang usut kasus besar

Reporter : Redaksi | Jumat, 11 Januari 2019 - 14:05 WIB

IMG-31131

Antasari Azhar.

JAKARTA, kini.co.id – TEROR yang mendera pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bukan sesuatu yang baru terjadi kali ini saja.

Sebagaimana diungkapkan Ketua KPK periode 2007-2009, Antasari Azhar, seusai menghadiri peringatan HUT ke-46 PDIP di JI Expo Jakarta, kemarin, “Indikasinya adalah ketika KPK akan mengungkap kasus pasti ada itu (teror). Itu pengalaman saya,” kata Antasari, Jumat, 11/01/2019.

Oleh karena itu, Antasari menyarankan kepada pimpinan KPK untuk bertindak hati-hati karena teror selalu ada. Pimpinan KPK harus berkoordinasi dengan kepolisian, Densus 88, dan tim Siber Polri.

Sebelumnya, Agustus tahun lalu, Ketua KPK Agus Rahardjo mengatakan komisi antirasywah sedang mengusut kasus kakap dengan nilai kerugian jauh melampaui megakorupsi KTP-E.

Akan tetapi, ketika itu Agus enggan mengungkapkan secara rinci dugaan korupsi baru yang dimaksudkannya itu karena dirinya tidak ingin bermain politik.

Dalam penilaian Koordinator ICW, Adnan Topan Husodo, ancaman teror yang menyasar dua pemimpin KPK harus ditanggapi serius.

Menurut Adnan, penegak hukum harus bergerak serbacepat memburu pelaku teror bom kepada Ketua KPK Agus Rahardjo dan Wakil Ketua KPK Laode M Syarif pada Rabu (9/1) tersebut.

Hingga kemarin, polisi sudah memeriksa belasan saksi, termasuk pemilik rumah, terkait dengan bom molotov di kediaman Laode M Syarif. Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono mengatakan mereka diperiksa karena mendengar dan melihat aktivitas mencurigakan dua orang yang diduga pelaku.

“Kemudian untuk kasus di rumah Ketua KPK, kami sudah periksa enam saksi. Intinya saksi itu yang melihat ada barang berupa tas yang dicantolkan di pagar,” ujar Argo.

Presiden Joko Widodo meyakini bahwa pemberantasan korupsi tidak akan mengendur sekalipun pemimpin KPK menghadapi berbagai ancaman dan teror.

“Saya sudah perintahkan Kapolri untuk menindak dan menyelesaikan ini hingga tuntas. Ini menyangkut intimidasi terhadap penegak hukum kita sehingga tidak ada toleransi. Kita kejar dan cari pelakunya,” tandas Presiden.

Editor: Emerson

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Politik - Kamis, 31 Januari 2019 - 22:56 WIB

Yusril minta anggota FPI angkat kaki dari PBB

KETUA Umum Partai Bulan Bintang (PBB) Yusril Ihza Mahendra, meminta kepada seluruh anggota Front Pembela Islam (FPI) agar angkat kaki ...
Peristiwa - Kamis, 31 Januari 2019 - 21:54 WIB

Mantan Kapolri Jenderal Pol Awaloedin Djamin berpulang

MANTAN Kapolri Awaloeddin Djamin, meninggal dunia di Rumah Sakit Medistra, Jakarta, sore ini (Kamis, 31/1/2019) sekira pukul 14.55 WIB.Kapolri pada ...
Politik - Rabu, 30 Januari 2019 - 18:39 WIB

Prabowo sakit, TKN Jokowi merasa sedih

CALON Presiden Prabowo Subianto saat ini tengah sakit. Mendengar hal itu, Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma'ruf Amin merasa sedih ...
Hukum - Rabu, 30 Januari 2019 - 15:59 WIB

Akhirnya Vanessa Angel ditahan

KEPOLISIAN Daerah (Polda) Jatim akhirnya melakukan penahanan terhadap artis Vanessa Angel terkait kasus prostitusi online. Artis FTV bahkan terancam pidana ...
Hukum - Rabu, 30 Januari 2019 - 14:31 WIB

TKN apresiasi polisi periksa Rocky Gerung

IRMA Suryani, Juru Bicara Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma'ruf Amin, mengapresiasi polisi yang dikabarkan memeriksa aktivis dan pengamat politik ...
Hukum - Rabu, 30 Januari 2019 - 14:07 WIB

Tabloid Indonesia Barokah bukan produk jurnalistik

TABLOID Indonesia Barokah, yang menghebohkan sejumlah wilayah di Jawa, menurut Dewan Pers (DP), bukanlah produk jurnalistik. Sebab itu DP mempersilahkan ...