Selasa, 23 April 2019 | 06.06 WIB
KiniNEWS>Nasional>Politik>Debat Perdana Capres 2019: Ini Visi Misi Jokowi-Ma’aruf

Debat Perdana Capres 2019: Ini Visi Misi Jokowi-Ma’aruf

Reporter : Restu Fadilah | Jumat, 18 Januari 2019 - 07:07 WIB

IMG-31237

Pasangan Capres-Cawapres nomor urut 01 Joko Widodo-Ma'ruf Amin. (Ist)

Jakarta, kini.co.id – Tahapan menuju kontestasi Pemilihan Presiden RI 2019 memasuki putaran debat para kandidat. Para Kandidat Calon Presiden-Calon Wakil Presiden mulai beradu gagasan dalam debat yang diselenggarakan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) di Hotel Bidakara, Kamis, (17/1/2019) malam ini.

Debat diawali dengan pemaparan Visi-Misi dari masing-masing Paslon. Mereka diberikan waktu 3 menit untuk memaparkan Visi-Misi.

Joko Widodo-Ma’aruf Amin mendapatkan giliran pertama menyampaikan visi dan misinya.

“Visi kami adalah Indonesia maju. Kami menawarkan optimisme dan masa depan Indonesia yang berkeadilan,” ucap Jokowi.

Jokowi yakin, semakin maju, demokrasi dan modernnya sebuah negara, maka penegakan hukum dan HAM (Hak Asasi Manusia) akan semakin baik.

“Bukan hanya hak sipil dan politik yang penting tetapi pemenuhan hak ekonomi, sosial dan budaya juga menjadi pilihan kami memajukan Indonesia. Seperti akses terhadap lahan, akses terhadap penidikan, akses terhadap pelayanan kesehatan, akses terhadap permodalan dan hak atas pembangunan merupakan cara pemenuhan hak asasi manusia yang paling dasar,” ucapnya.

Diakui Jokowi ia memang masih mempunyai PR berat soal pelanggaran HAM berat di masa lalu. Namun ia memgakui hal tersebut bukanlah perkara yang mudah.

“Karena masalah kompleksitas hukum, masalah pembuktian dan waktu ygang terlalu jauh. Harusnya ini sudah selesai waktu peristiwa itu terjadi, tapi kami tetap berkomitmen untuk menyelesaikan permasalahan HAM ini,”

Lanjut Jokowi, untuk menyelesaikan permasalahan ini, perlu didukung oleh sistem hukum yang adil dan penegakan supermasi hukum yang baik melalui reformasi kelembagaan dan penguatan sistem manajemen hukum yang baik dan budaya taat hukum yang harus terus diperbaiki.

“Dan hukum harus ditegakan tanpa pandang bulu, penegakan hukum yang tegas merupakan bagian dari upaya pemberantasan korupsi yang terus kita lakukan melalui perbaikan sistem pemerintahan dan bekerja sama menguatkan KPK serta mendorong sinergi antara KPK dengan Kejaksaan dan Kepolisian. Terakhir kita harus tetap waspada dengan ancaman-ancaman terorisme. Pemerintah terus bekerja keras dengan penegakan-penegakan hukum yang tegas dan pendekatan yang persuasif lewat ekonomi, agama dan sosial,” tuntas Jokowi.

Editor: Fatimah

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Politik - Kamis, 31 Januari 2019 - 22:56 WIB

Yusril minta anggota FPI angkat kaki dari PBB

KETUA Umum Partai Bulan Bintang (PBB) Yusril Ihza Mahendra, meminta kepada seluruh anggota Front Pembela Islam (FPI) agar angkat kaki ...
Peristiwa - Kamis, 31 Januari 2019 - 21:54 WIB

Mantan Kapolri Jenderal Pol Awaloedin Djamin berpulang

MANTAN Kapolri Awaloeddin Djamin, meninggal dunia di Rumah Sakit Medistra, Jakarta, sore ini (Kamis, 31/1/2019) sekira pukul 14.55 WIB.Kapolri pada ...
Politik - Rabu, 30 Januari 2019 - 18:39 WIB

Prabowo sakit, TKN Jokowi merasa sedih

CALON Presiden Prabowo Subianto saat ini tengah sakit. Mendengar hal itu, Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma'ruf Amin merasa sedih ...
Hukum - Rabu, 30 Januari 2019 - 15:59 WIB

Akhirnya Vanessa Angel ditahan

KEPOLISIAN Daerah (Polda) Jatim akhirnya melakukan penahanan terhadap artis Vanessa Angel terkait kasus prostitusi online. Artis FTV bahkan terancam pidana ...
Hukum - Rabu, 30 Januari 2019 - 14:31 WIB

TKN apresiasi polisi periksa Rocky Gerung

IRMA Suryani, Juru Bicara Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma'ruf Amin, mengapresiasi polisi yang dikabarkan memeriksa aktivis dan pengamat politik ...
Hukum - Rabu, 30 Januari 2019 - 14:07 WIB

Tabloid Indonesia Barokah bukan produk jurnalistik

TABLOID Indonesia Barokah, yang menghebohkan sejumlah wilayah di Jawa, menurut Dewan Pers (DP), bukanlah produk jurnalistik. Sebab itu DP mempersilahkan ...