Sabtu, 23 Februari 2019 | 10.54 WIB
KiniNEWS>Nasional>Hukum>Tabloid Indonesia Barokah bukan produk jurnalistik

Tabloid Indonesia Barokah bukan produk jurnalistik

Reporter : Redaksi | Rabu, 30 Januari 2019 - 14:07 WIB

IMG-31341

Tabloid Indonesia Barokah.

JAKARTA, kini.co.id – TABLOID Indonesia Barokah, yang menghebohkan sejumlah wilayah di Jawa, menurut Dewan Pers (DP), bukanlah produk jurnalistik. Sebab itu DP mempersilahkan agar pihak yang merasa keberatan untuk melaporkannya dengan menggunakan perundangan lain di luar UU Pers.

Kesimpulan itu disampaikan dalam sebuah rapat, tadi malam (Selasa, 29/1/2019). DP mengeluarkan pernyataan Dewan Pers nomor 01/PP-DP/1/2019 tentang Tabloid Indonesia Barokah.

“Indonesia Barokah tidak memenuhi syarat sebagai Perusahaan Pers sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers, dan Peraturan-Peraturan Dewan Pers khususnya Peraturan Dewan Pers tentang Standar Perusahaan Pers dan Kode Etik Jurnalistik,” demikian isi pernyataan.

Pernyataan Penilaian Dewan Pers itu ditandatangani oleh Ketua Dewan Pers Yosep Adi Prasetyo, tertanggal 29 Januari 2019. Keputusan itu disebut merupakan hasil Sidang Pleno Khusus Dewan Pers pada 29 Januari 2019.

Wakil Ketua Dewan Pers Ahmad Djauhar, ketika dikonfirmasi, membenarkan keputusan soal tabloid Indonesia Barokah itu.

Beberawa waktu lalu, ada laporan tertulis ke Dewan Pers tentang Tabloid Indonesia Barokah. Laporan itu dilayangkan oleh Tim Tim Advokasi Prabowo-Sandi, 25 Januari 2019. Yang dilaporkan adalah rangkaian pemberitaan Tabloid Indonesia Barokah edisi I/Desember 2018.

Dalam pengaduannya ke Dewan Pers, pelapor menilai berita-berita itu mendiskreditkan pasangan Prabowo-Sandi. Sebab itu BPN meminta Dewan Pers menjatuhkan sanksi.

“Tim Advokasi Prabowo-Sandi dalam pertemuan pada Jumat, 25 Januari 2019, di Sekretariat Dewan Pers, Jakarta, menjelaskan bahwa berita Indonesia Barokah mengandung fitnah, hoaks, dan mendiskreditkan pasangan capres/cawapres Prabowo-Sandi,” catat Dewan Pers.

Terhadap laporan itu, Dewan Pers kemudian menindaklanjutinya dengan penelusuran alamat tabloid. Setelah dilakukan penelitian aspek administrasi Indonesia Barokah, analisis atas berita Indonesia Barokah, maka permintaan penjelasan dari Tim Advokasi Prabowo Sandi, maka DP mengeluarkan pendapat.

Dewan Pers pun kemudian menyimpulkan bahwa tabloid itu bukan produk jurnalistik. Alasannnya:

1. Tulisan tabloid sudah dimuat di sejumlah media daring dan memuat opini menghakimi yang mendiskreditkan capres Prabowo tanpa verifikasi, klarifikasi, atau konfirmasi kepada pihak terkait.

2. Indonesia Barokah tidak mencantumkan nama badan hukum, penanggung jawab dan nama serta alamat percetakan.

3. Hasil penelusuran Dewan Pers, alamat Indonesia Barokah yang dicantumkan di dalam boks redaksi tidak dapat ditemukan. Nomor telepon yang tertera tidak dapat dihubungi, sementara media Indonesia Barokah disebarkan secara masif dan gratis.

4. Nama-nama wartawan yang tercantum di dalam boks redaksi Indonesia Barokah tidak terdata oleh Dewan Pers sebagai wartawan yang telah mengikuti uji kompetensi wartawan.

Sebab itu DP mempersilahkan pihak yang ingin menempuh jalur hukum membawa ke ranah hukum biasa di luar pers. “Pihak-pihak yang merasa dirugikan oleh Indonesia Barokah dipersilakan menggunakan undang-undang lain di luar Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers, karena dilihat dari sisi administrasi dan konten, Indonesia Barokah bukan pers,” demikian kesimputan DP.

Editor: Emerson

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Politik - Kamis, 31 Januari 2019 - 22:56 WIB

Yusril minta anggota FPI angkat kaki dari PBB

KETUA Umum Partai Bulan Bintang (PBB) Yusril Ihza Mahendra, meminta kepada seluruh anggota Front Pembela Islam (FPI) agar angkat kaki ...
Peristiwa - Kamis, 31 Januari 2019 - 21:54 WIB

Mantan Kapolri Jenderal Pol Awaloedin Djamin berpulang

MANTAN Kapolri Awaloeddin Djamin, meninggal dunia di Rumah Sakit Medistra, Jakarta, sore ini (Kamis, 31/1/2019) sekira pukul 14.55 WIB.Kapolri pada ...
Politik - Rabu, 30 Januari 2019 - 18:39 WIB

Prabowo sakit, TKN Jokowi merasa sedih

CALON Presiden Prabowo Subianto saat ini tengah sakit. Mendengar hal itu, Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma'ruf Amin merasa sedih ...
Hukum - Rabu, 30 Januari 2019 - 15:59 WIB

Akhirnya Vanessa Angel ditahan

KEPOLISIAN Daerah (Polda) Jatim akhirnya melakukan penahanan terhadap artis Vanessa Angel terkait kasus prostitusi online. Artis FTV bahkan terancam pidana ...
Hukum - Rabu, 30 Januari 2019 - 14:31 WIB

TKN apresiasi polisi periksa Rocky Gerung

IRMA Suryani, Juru Bicara Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma'ruf Amin, mengapresiasi polisi yang dikabarkan memeriksa aktivis dan pengamat politik ...
Hukum - Rabu, 30 Januari 2019 - 13:34 WIB

Polisi geledah dua kantor PSSI dalam kasus pengaturan skor

KEPOLISIAN yang tergabung dalam Satuan Tugas (Satgas) Antimafia Skor menggeledah kantor Persatuan Sepaikbola Seluruh Indonesia (PSSI), Rabu (30/1/2019). Penggeledahan itu ...